Posted in My Lifetime History

The ActiVicties

Good morning, VictoReaders! 

Berbicara aktivitas, apa aktivitas kalian sehari-hari? Seru tidak? Atau malah always just like that? Kegiatanku sehari-hari, mungkin agak berbeda dengan kegiatan teman-teman VictoReaders. Aku tinggal di boarding school (sekolah berasrama) dan mengikuti banyak kegiatan wajib. Yang jelas, tinggal di asrama menurutku lebih seru karena interaksi dengan teman sebaya lebih banyak.

Kamar di asrama kami cukup banyak (terutama untuk santri SMP), dan dengan usia kami yang tak terpaut jauh, kami serasa hidup bermasyarakat. Jadi, kehidupan asrama ibarat miniatur kehidupan bermasyarakat; gotong royong kebersihan, saling sapa, pemecahan masalah bersama, semua terasa indah. Tidak ada orangtua, bukan berarti terbebas dari… (terutama orangtua yang ‘sangat sayang’ pada anak-anaknya), namun di asrama, kami juga belajar hidup mandiri dengan mengerjakan seluruh kegiatan pribadi sendiri, seperti mencuci-menyetrika, bersih-bersih kamar, dsb. Dan, jangan kira kehidupan di asrama terbebas dari konflik. Terkadang terjadi ‘gesekan’ (atau sebagian mengistilahkannya dengan ‘gap’) antara santri, dan terkadang menjadi seperti seperti sinetron-sinetron opera sabun di TV; masalah kecil diperbesar, disikapi dengan ‘lebay’, namun disitulah letak pelajarannya. Orang bijak berkata ‘pressure makes you mature’.

Di boarding school, kami memiliki kegiatan tahfidz (Quran) 3x sehari, yaitu subuh, sore, dan malam. Subuh biasanya waktu khusus untuk menyetorkan hafalan baru pada musyrif (pembimbing menghafal Quran), sore digunakan untuk  menyetorkan hafalan lama, sedangkan malam bisanya untuk murajaah (mengulang hafalan Quran) secara pribadi. mengejar ketertinggalan yang belum diselesaikan pada hari tersebut, atau kegiatan tersendiri bersama musyrif, baik itu evaluasi, haflah (seperti makan bersama), dan lain sebagainya. 3 jam sehari tidak begitu menjemukan bagi kami para santri, karena interaksi dengan Kitab Allah memang seharusnya diperbanyak. Untuk target, kami diwajibkan untuk menghafal 20 Juz, sedangkan beberapa santri terus menyelesaikan hingga 30 Juz, terutama para santri yang masuk program khusus.

Setelah tahfidz subuh dan sarapan serta kegiatan pribadi lainnya, kami memiliki KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) di sekolah. Oya, sekolahku terdiri dari MTs dan MA.Tidak ada perbedaan durasi belajar yang panjang antara dua jenjang tersebut. Di sekolah, selain memepelajari apa yang teman-teman VictoReaders pelajari di sekolah seperti MIPA dan Bahasa, kami juga mempelajari pelajaran diniyah tambahan (Aqidah, Fiqh, Hadits, dsb). Biasanya menggunakan buku berbahasa Arab langsung, agar pemahaman yang santri dapatkan lebih baik. KBM ini berlangsung hingga sekitar pukul 2 siang, lalu setelahnya kami memiliki waktu luang sampai waktu Ashar tiba. Para santri biasanya menggunakan waktu istirahat ini untuk kegiatan pribadi seperti mencuci, beres-beres, dan sebagian lain ada yang bermain (childish banget, ya?). Namun sekarang sepertinya kebanyakan memilih untuk tidur siang agar bisa terus fit hingga malam hari. Plus, ada juga yang belajar, lho… (y)

Setelah Ashar adalah waktu break lagi, namun ada piket sore yang harus dilaksanakan sesuai jadwal. Tahfidz sore pun dimulai pada pukul 4 bagi para santri khusus dan setengah lima bagi yang lainnya. Tahfidz berlangsung hingga malam hari, yaitu sebelum Isya.

Setelah Shalat Isya, kami makan malam (Oh iya, tadi waktu makan siangnya ada diantara KBM pagi dan siang, biasanya setelah Shalat Zuhur). Usai makan malam, ada kegiatan Bahasa Asing untuk Bahasa Arab dan Inggris. Setiap minggu setiap Bahasa Asing digilir. Acara berisi kegiatan-kegiatan yang dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan santri berbahasa asing. Ada performance (pidato, story telling, drama, dsb), kompetisi, muhadharah (petuah dari guru), sampai games edukatif. Kegiatan ini berlangsung sekitar satu jam dan setelah belajar mandiri, para santri diwajibkan tidur. Kalau tidak salah, peraturan yang berlaku sekarang adalah pukul 10 malam, kecuali bagi yang meminta waktu belajar lebih atau persiapan lomba dan keperluan lainnya.


Nah, teman-teman VictoReaders, itu adalah gambaran singkat tentang ActiVicties sehari-hari. Apakah kegiatan kita memiliki kesamaan? Atau, apakah teman-teman VictoReaders memilliki kegiatan yang tidak kami miliki di sini? Kalau iya, let me know!

Advertisements

Author:

Lahir dan menghabiskan masa kecil di Kepahiang, Bengkulu. Kelahiran tahun 1999. Pernah berpastisipasi pada Konferensi Anak Indonesia yang diselenggarakan Majalah Bobo 2009 (Save My Food My Healthy Food) dan 2014 (Aksi Hidup Bersih). Menuntut ilmu di SDN 04 Kepahiang, SDIT Iqra' 1 Bengkulu, Kafila International Isamic School Jakarta, dan Rekayasa Pertanian SITH ITB. Pemenang Spelling Bee pertama dan termuda dalam sejarah Asian English Olympics, alhamdulillah. Tertarik pada sains biologi khususnya biologi sel dan molekuler serta biologi medis dan fisiologi manusia, juga bahasa asing, sejarah islam, dan ilmu syar'i. Resolusi: hafiz al-Quran, petani kurma, guru bahasa Inggris, polyglot, penulis handal, penerjemah profesional, dan pendiri pesantren berbasis sains-Quran berbeasiswa di daerah asalnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s