Posted in My Lifetime History

Yaa Haamilal Quraan – Qad Khashshakar Rahmaan *bersambung!

Aku sangat bersyukur pada Allah, atas segala rencana-Nya yang sempurna.

Ketika itu aku duduk di kelas 10. Entah kenapa (meskipun aku mungkin tahu sebabnya), waktu itu aku sedang berada di kondisi yang lemah. Salah satunya, mungkin karena kegiatan pasca UN yang waktu itu benar-benar seperti bebas. Diri dilingkupi setan pemalas dan kemampuan otak terasa terdegradasi sedemikian rupa.

Di pesantren, aku masih harus melanjutkan hafalan Quranku, menyelesaikan target. Waktu itu aku cukup terkejut kenapa aku masuk ke grup Mumayyazah lagi. Mumayyazah itu sejenis program khusus/akselerasi. Aku empat berpikir bahwa aku akan kewalahan.

Singkat cerita, ada kabar bahwa akan ada seorang musyif baru. Musyrif ada pembimbing santri dalam menghafal Al-Quran. Musyrif baru itu sudah mempunyai 4 sanad berbeda (silsilah perguruan Al-Quran yang turun-menurun dari Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam), yang berarti beliau pun telah menguasai lebih dari 1 qiraat. Qiraat itu adalah cara membaca Al-Quran. Jadi, Al-Quran itu diturunkan dengan berbagai macam cara baca, dan kita, Muslim Indonesia, terbiasa dengan cara baca yang paling masyhur yaitu dari riwayat Hafsh ‘an Ashim, yang juga digunakan Imam Masjidil Haram di setiap memimpin shalat.

Musyrif/ustadz ini, tentu saja akan membimbing santri-santri grup Mumayyazah (ada grup Mumayyazah utama da nada yang sedikit berbeda level, anggap saja Mumayyazah A dan Mumayyazah B). Aku hanya berharap grup-ku akan dibimbing oleh Ustadz yang tidak terlalu muluk-muluk/ribet ketika proses halaqah.

Advertisements

Author:

Lahir dan menghabiskan masa kecil di Kepahiang, Bengkulu. Kelahiran tahun 1999. Pernah berpastisipasi pada Konferensi Anak Indonesia yang diselenggarakan Majalah Bobo 2009 (Save My Food My Healthy Food) dan 2014 (Aksi Hidup Bersih). Menuntut ilmu di SDN 04 Kepahiang, SDIT Iqra' 1 Bengkulu, Kafila International Isamic School Jakarta, dan Rekayasa Pertanian SITH ITB. Pemenang Spelling Bee pertama dan termuda dalam sejarah Asian English Olympics, alhamdulillah. Tertarik pada sains biologi khususnya biologi sel dan molekuler serta biologi medis dan fisiologi manusia, juga bahasa asing, sejarah islam, dan ilmu syar'i. Resolusi: hafiz al-Quran, petani kurma, guru bahasa Inggris, polyglot, penulis handal, penerjemah profesional, dan pendiri pesantren berbasis sains-Quran berbeasiswa di daerah asalnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s