Posted in My Dakwah Adventure, My Lifetime History

My Dakwah Adventure: Unstoppable, Indefatigable (Part Eight)

Bismillah, wash shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillah…

Sebenarnya, aku juga memiliki aktivitas lain disamping mengajar tahfidz anak-anak di masjid, baik itu program khusus maupun reguler. Aktivitas tersebut adalah memperkenalkan Kafila ke MI Nurul Huda. Bisa dibilang ‘promosi dadakan’. Aku dan Daru tidak mempersiapkan apa-apa. Kami hanya bermodalkan cuap-cuap cerita masing-masing serta tulisanku di blog ini. Continue reading “My Dakwah Adventure: Unstoppable, Indefatigable (Part Eight)”

Posted in My Dakwah Adventure, My Lifetime History

My Dakwah Adventure: Assaabiquunal Awwaluun (Part Seven)

Bismillaah, ash-shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillaah.

Memasuki minggu kedua.

Aku mendengar banyak cerita dari Pak Haji maupun Kang Epul, setelah shalat tarawih dan witr biasanya, tentang kehidupan neighborhood di Desa Cigentur ini. Ada banyak sekali aliran agama, maksudku organisasi/perkumpulan, yang mendirikan pondok pesantren, baik di desa ini maupun desa-desa sekitar. Masjid Al-Muttaqien adalah satu-satunya masjid yang tetap kokoh netral. Namun, sayangnya, masjid ini kian lama kian tak terurus. Continue reading “My Dakwah Adventure: Assaabiquunal Awwaluun (Part Seven)”

Posted in My Dakwah Adventure, My Lifetime History

My Dakwah Adventure: “Pa Ja Sa” (Part Five)

Bismillaah. Ash shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillaah.

Alhamdulillah.

Menerima kenyataan bahwa aku harus mengampu tiga puluhan (atau bahkan empat puluhan) anak, aku pun mengatur strategi.

Perbandingan anak-anak pamegeut (laki-laki) sekitar 1:3 dengan anak-anak istri (perempuan). Karena itu, aku pun mensyaratkan bahwa pamegeut harus setoran hafalan satu-satu, beda dengan istri yang langsung maju tiga orang. Continue reading “My Dakwah Adventure: “Pa Ja Sa” (Part Five)”

Posted in My Dakwah Adventure, My Lifetime History

My Dakwah Adventure: Do Not Call Me A Hafiz (Part Four)

Bismillaah, ash-shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillaah.

Alhamdulillah.

Bulan penuh keberkahan itu pun datang lagi. Bulan yang dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam semarakkan di kala bulan itu hampir datang,

“Qad jaakum syahru mubarak!”

Teringat kisah para sahabat yang mempersiapkan penyambutan Ramadhan sejak bahkan 6 bulan sebelum ia tiba. Mereka menambah kuantitas dan kualitas ibadah, seperti shalat malam, puasa, membaca al-Quran, dan lainnya. Continue reading “My Dakwah Adventure: Do Not Call Me A Hafiz (Part Four)”

Posted in My Dakwah Adventure, My Lifetime History

My Dakwah Adventure: They Treat Me Like A Prince (Part Three)

Bismillah. Ash shalatu wasalamu ‘ala Rasulillah.

Perjalanan Kota Bandung ke Kabupaten Bandung memakan waktu kurang lebih satu jam. Di Bandung ada banyak kabupaten, dan tujuanku adalah Kab. Bandung, bukan Bandung Barat, Timur, dst. Kami melewati beberapa daerah seperti Cileunyi dan Rancaekek. Continue reading “My Dakwah Adventure: They Treat Me Like A Prince (Part Three)”

Posted in My Dakwah Adventure, My Lifetime History

My Dakwah Adventure: Unity Beyond Diversity (Part Two)

Bismillah. Ash-shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah

Sekarang aku ingin memulai kisah PDPU-ku di bulan Ramadhan 1437.

Jadi, aku dan seorang rekan, Daru dari Cirebon, fortunately kebagian tempat di Bandung. Tepatnya di Kampung Bojong, Desa Cigentur, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Sebelumnya, aku sempat hendak ditempatkan di Medan namun karena satu dan lain hal (yang tak bisa kujelaskan di sini), aku pun dipindahtugaskan. Aku sendiri yang memilih Bandung agar selepas daftar ulang di ITB pada akhir Mei – awal Juni lalu aku bisa langsung ke sana. Continue reading “My Dakwah Adventure: Unity Beyond Diversity (Part Two)”