Posted in My Dakwah Adventure, My Lifetime History

My Dakwah Adventure: Very Competitive (Part Nine)

Bismillaah, ash shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah.

Alhamdulillaah!

Aku sangat senang dengan kemajuan anak-anak Assaabiquunal Awwaluun dalam dua tiga minggu ini. Mereka sungguh bersemangat, dengan antusias menambah 5 ayat baru setiap hari. Ketika aku dan Daru menaikkan target tilawah mereka dari 5 halaman jadi 10 halaman per hari, mereka bahkan breakthrough sampai satu juz! Masya Allah. Satu juz itu rata-rata 20 halaman. Hari demi hari terus berlalu, semangat mereka semakin bertambah.

Aku sangat salut dengan 4 orang Sabiqun yang sangat kompak. Mereka anak-anak sesi dua, yakni pukul 2 hingga 3 siang. Mereka semua secara grade di sekolah memang lebih tinggi dari yang lain––sudah SMP. Tim ini terdiri dari:

P_20160625_145423.jpg
Saiful Khaliq

1. Saiful Khaliq, kelas 8 dan satu sekolah dengan Eri. Hafalannya juz 30 dan sudah tuntas surah Al-Mulk, sedang menghafal surah Al-Qolam, memimpin yang lain. Bacaannya termasuk yang terbaik, hanya butuh sedikit pemolesan dan konsistensi. Karakternya lugu. Despite, tidak pendiam alias tertutup. Aku merasa tingkah lakunya agak mirip adik kelasku di Spelling Bee Camp, Sultan. Saif dan Sultan sama-sama cerdas dan akhlaqnya baik, dan tentunya sang juara. Sebagaimana Sultan yang dinobatkan menjadi juara Spelling Bee Camp di Kafila, kelak Saif pun akan terpilih menjadi Sabiqun terbaik.

P_20160625_150113.jpg
Eri Ari Sandi

2. Eri Ari Sandi, kelas 7 dan satu sekolah dengan Saif. Hafalannya juz ‘amma plus surah Al-Mulk. Dialah pemilik lisan terfasih diantara para Sabiqun. Tajwid-nya yang paling konsisten meskipun masih butuh pembiasaan. Anaknya sangat easy-going dan agak pemalu. Dia saingan berat Saiful Khaliq untuk menjadi Sabiqun terbaik nantinya, meskipun ia kemudian tidak kupilih karena akhlaq-nya perlu diperbaiki lagi 🙂

P_20160625_144610.jpg
Ihsan Ramadhan

3. Ihsan Ramadhan, kelas 8 dan satu sekolah dengan Arif. Hafalannya sama dengan Eri. Bacaannya cukup bagus, sayang ia masih malu untuk membuka mulut. Soalnya, belajar tajwid sangat membutuhkan kelenturan bibir dan lidah. Namun, di atas itu, hafalannya lancar dan sering manjadi yang pertama kali menyetorkan hafalan. Ya, kuakui ia cerdas, masya Allah. Ngomong-ngomong, dia juara kelas di sekolah. Sifatnya agak pemalu tapi tetap friendly.

P_20160625_145726.jpg
Arif Nur Setiawan

4. Arif Nur Setiawan, kelas 7 dan satu sekolah dengan Ihsan. Hampir hafal juz 30, tinggal surah an-Naziat. Ia adalah Sabiqun yang paling lincah dan bersemangat. Kualitas bacaannya cukup bagus, begitu pula dengan hafalan. Kadang ia setoran melebihi yang lain. Usianya belum genap 13 tahun dan secara fisik belum mature seperti teman-temannya, jadi kalau ia sedang melunjak-lunjak atau atraksi loncat-loncat dari tangga ke atap maka aku biarkan saja -_- Tapi jujur, kalau lagi semangat, ia bisa tilawah siang malam, tanpa lelah. Ya, mungkin saja lelah tapi tidak terlihat begitu.

Itulah keempat anak yang paling kubanggakan. Merekalah yang paling banyak berinteraksi denganku, yang paling banyak porsi ketemuannya. Ya, tentu saja untuk mengaji atau menghafal. Aku sudah meminta semua Sabiqun untuk hadir setiap malam agar aku bisa menyimak tilawah mereka juga, bukan hanya hafalan. Dan yang konsisten memang hanya empat barudak ini, bahkan terkadang mereka menambah waktu untuk al-Quran seperti ba’da Subuh. Jadi, keempat Sabiqun yang lain tidak bisa kuceritakan sedetail ini karena memang lebih jarang berinteraksi.

Aku jadi teringat ketika Eri, Ihsan, dan Arif yang sudah libur membereskan seisi Masjid Al-Muttaqien. Mereka menggulung semua karpet, menyapu setiap lantai, lalu mengepelnya, kemudian karpet-karpet kembali dibentangkan lalu di-vacuum cleaning. Masya Allah… semoga Allah mengganjar mereka dengan kebaikan yang banyak…

Agenda lain untuk para Sabiqun, termasuk yang istri, adalah kompetisi. Jadi, secara tidak resmi, aku menamakan kompetisinya ‘Hafiz Cigentur’.

Pada minggu ketiga sekaligus terakhir, aku dan Daru melombakan tiga orang setiap sorenya, pameugeut lawan pameugeut, istri lawan istri.

Pada kompetisi yang pertama ada Saif, Eri, dan Ihsan. Pada kompetisi kedua ada Regina, Amel, dan Zahra. Pada kompetisi ketiga ada Arif, Akmal R., dan Akmal J. Dan terakhir ada Nadia, Nazmi, dan Eva. Mereka semua adalah Sabiqun yang tersisa, setelah pemangkasan anggota Assaabiquunal Awwaluun. Ini dia segmen-segmen lombanya:

  • Segmen pertama, mereka membacakan 5 ayat awal dari surat yang baru masing-masing hafalkan.
  • Segmen kedua ada sambung ayat beruntun, di mana aku/Daru sebagai juri membacakan satu ayat dari surat apapun di juz 30, lalu mereka melanjutkan satu ayat berikutnya. Totalnya ada lima soal yang diambil dari 5 surat berbeda.
  • Segmen terakhir merupakan babak battle, yakni juri membacakan satu ayat yang harus diteruskan oleh peserta nomor urut pertama, kemudian ayat berikutnya diteruskan oleh peserta nomor urut kedua, dan seterusnya, sampai juri memberi aba-aba berhenti.

Kompetisi penyisihan diadakan pada hari Senin––Kamis. Jumat adalah hari babak final dengan peserta terseleksi: Eri, Amel, Arif, dan Nadia.

Babak final terdiri dari 4 babak, yakni:

  • Pertama: Tilawah. Para finalis membacakan 10 ayat permulaan surah An-Naziat.
  • Kedua: Sambung ayat sebelumnya. Juri membacakan satu ayat dan finalis membacakan satu ayat sebelumnya.
  • Ketiga: Tebak arti nama surat. Juri meyebutkan nama surat-surat yang ada di juz 30, lalu finalis menebak arti nama surat tersebut. Misalnya, al-fiil = gajah.
  • Keempat: Tebak surat. Juri membacakan satu ayat dan finalis menebak pada surat apa ayat itu terdapat.

Sebenarnya, kompetisi ini juga diadakan untuk anak-anak dari halaqah reguler, namun hanya sambung ayat saja, tidak banyak segmen sebagaimana kompetisi khusus Sabiqun.

Dan, para pemenang kompetisi-kompetisi ini adalah…

Lanjut ke part berikutnya, ya!

Advertisements

Author:

Kepahiang'99 - Bengkulu'08 - Jakarta'10 - Bandung'16 Just a piece of unimportant world's matter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s