Posted in kafila

Tips dan Trik Diterima di Kafila IIS Jakarta

Bismillaah. Ashshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillaah.

Tulisan ini merupakan pelengkap daripada tulisan saya sebelumnya yang saya jadikan sticky post di blog ini, yakni Kafila International Islamic School Jakarta: Quran, Science, Language.

Sekarang, bagi para orangtua dan adik-adik semua yang sudah yakin akan mendaftarkan buah hatinya/dirinya di Kafila IIS Jakarta tahun mendatang, tulisan ini diharapkan dapat membantu agar anak Anda, atau kamu sendiri diterima di Kafila IIS Jakarta lebih mudah. 

Sebelumnya, saya ingin menanggapi satu pertanyaan yang ditanyakan kepada saya oleh banyak orang tua, yakni, “Apa saja persyaratan dan alur tes masuk Kafila?”

Basically, seleksi penerimaan santri baru (PSB) Kafila IIS Jakarta terdiri atas empat bagian:

  1. Seleksi Berkas (akhir-akhir ini menggunakan sistem online sehingga berkas-berkas perlu di-scan)

  • Casanba adalah seorang muslim laki-laki, baik Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Asing (WNA)
  • Usia casanba tidak boleh melebihi 13 tahun per Juli tahun mendaftar
  • Mengisi formulir pendaftaran. Formulir ini gratis untuk casanba yang memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan seharga Rp100.000,00 untuk selainnya.
  • Para casanba diminta untuk melengkapi berkas-berkas penting, seperti:
    • Fotokopi rapor kelas 4-6 (dilegalisir) dengan nilai rata-rata min. 7,5 (casanba asal Jakarta) dan 7,0 (casanba asal daerah lain) pada pelajaran Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Bahasa Indonesia
    • Pas foto
    • Akta kelahiran dan kartu keluarga
    • Slip gaji orangtua
    • Foto depan rumah
    • Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) masjid setempat (bila ada)
    • Surat Keterangan Dokter/Rumah Sakit asli
  • Selengkapnya akan diberitahukan di brosur terbaru PSB Kafila IIS 2017/2018 Insya Allah
  1. Tes Al-Quran

  • PARA CASANBA ASAL DAERAH DKI JAKARTA diberi jadwal khusus satu hari untuk menjalani tes al-Quran saja. Yang diujikan adalah: membaca. Tidak diminta untuk menghafal, apalagi mengartikan dan menafsirkan ayat. Kecuali apabia mereka sudah mempunyai hafalan al-Quran, biasanya akan ditanyakan berapa jumlah surah/juz yang lancar untuk diuji (ini dapat menjadi nilai plus yang membantu di seleksi tahap akhir). Hanya mereka yang berhasil melalui tahap ini yang berhak melanjutkan tes akademik di waktu berikutnya (biasanya sepekan setelahnya).
  • PARA CASANBA ASAL DAERAH SELAIN DKI JAKARTA diberi kesempatan untuk memilih tempat tes, yakni di kampus Kafila IIS Jakarta langsung atau di daerah-daerah yang di sana diselenggarakan seleksi PSB, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah (yang selalu ada setiap tahun), atau Sumatera Utara, Lampung, dan Sulawesi Tenggara (kondisional dan dapat berubah-ubah daerah setiap tahunnya).
  • PARA CASANBA ASAL DAERAH SELAIN DKI JAKARTA menghadapi tes al-Quran dan akademik pada hari yang bersamaan, baik itu para casanba yang ikut seleksi di Jakarta maupun di daerah-daerah lain.
  1. Tes Akademik

  • Pada tahap ini, para casanba akan diuji mengerjakan masing-masing 20 soal mutiple choice pada tiga mata pelajaran yang diujikan di Ujian Nasional SD, yakni: Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Bahasa Indonesia. Soal tes yang diujikan menggunakan Bahasa Indonesia. Jadi, total soal yang ada berjumlah 60 butir.
  • KHUSUS UNTUK CASANBA ASAL JAKARTA: Para peserta tahap ini adalah mereka yang berhasil lolos ujian al-Quran.
  1. Karantina

  • 50 casanba terbaik berdasarkan hasil tes al-Quran dan akademik dipanggil kembali untuk mengikuti karantina, yakni tinggal di lingkungan Kafila IIS Jakarta selama 3-4 hari.
  • Selama proses karantina, para casanba menjalani kegiatan-kegiatan sebagaimana para santri, namun terpisah. Kegiatan-kegiatan tersebut seperti halaqah tahfidz al-Quran tiga kali sehari, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) formal di kelas, kegiatan bahasa asing pagi dan malam, dan kegiatan kebersihan pesantren. Tentu saja termasuk makan tiga kali sehari satu ruangan bersama para santri, tidur malam di asrama, dan kegiatan sehari-hari selainnya.
  • Di sela-sela karantina, para casanba juga menjalani psikotes atau tes kepribadian, mengisi kuisioner-kuisioner seputar kesehatan pribadi dan kepribadian, serta kuis-kuis akademik atau asah otak.
  • Proses karantina ditutup dengan wawancara empat mata antar panitia PSB dan casanba.

Selanjutnya, 25 casanba terpilih akan diresmikan menjadi santri Kafila IIS Jakarta.

Lho, tips dan triknya mana? Ayo baca tulisan saya yang selanjutnya! Tips dan Trik Diterima di Kafila IIS Jakarta (Bagian 2)

Advertisements

Author:

Lahir dan menghabiskan masa kecil di Kepahiang, Bengkulu. Kelahiran tahun 1999. Pernah berpastisipasi pada Konferensi Anak Indonesia yang diselenggarakan Majalah Bobo 2009 (Save My Food My Healthy Food) dan 2014 (Aksi Hidup Bersih). Menuntut ilmu di SDN 04 Kepahiang, SDIT Iqra' 1 Bengkulu, Kafila International Isamic School Jakarta, dan Rekayasa Pertanian SITH ITB. Pemenang Spelling Bee pertama dan termuda dalam sejarah Asian English Olympics, alhamdulillah. Tertarik pada sains biologi khususnya biologi sel dan molekuler serta biologi medis dan fisiologi manusia, juga bahasa asing, sejarah islam, dan ilmu syar'i. Resolusi: hafiz al-Quran, petani kurma, guru bahasa Inggris, polyglot, penulis handal, penerjemah profesional, dan pendiri pesantren berbasis sains-Quran berbeasiswa di daerah asalnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s