Posted in ITB, My Lifetime History

“Jazakallah Khayran”

Sore itu, kusempatkan diriku, di tengah kesibukanku, untuk membeli Kuro-Kuro di pekarangan luar-depan Masjid Salman ITB. Bukan aku saja––ratusan mahasiswa ITB lain pun pasti tengah merindukan sensasi kelezatan roti kukus dan roti bakar isi khas Kuro-Kuro, mengantarkan mereka untuk bergegas menyerbu sebuah gerobak di antara gerobak-gerobak penjual yang ‘parkir’ di seberang Lapangan Seni Rupa (SR). Continue reading ““Jazakallah Khayran””

Advertisements
Posted in ITB, kafila, My Lifetime History

Di ITB, Apa yang Kau Cari?

Bismillaah, Ashshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah.

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin.

Hari ini masih masa libur panjang, tapi aku sudah di Bandung duluan. Teman-teman TPB baru akan berdatangan barangkali 5-6 hari lagi, berhubung tepat sepekan ke depan kuliah sudah akan dimulai, insyaa’ Allah.

Sejak lama aku berniat untuk menulis tema ini. Aku sudah berada di ITB selama 1 semester, kurang lebih. Satu semester yang benar-benar warna-warni. Satu semester yang sarat akan campuran perasaan, berbagai pengalaman menakjubkan, dan interaksi dengan teman-teman yang mengesankan. Mungkin aku bisa menuliskan satu novel hanya untuk menceritakan satu semester ini. Tapi tentu saja, aku hanya perlu menyampaikan apa yang sekiranya bermanfaat untuk kubagi pada teman-temanku, khususnya para pembaca blog-ku.  Continue reading “Di ITB, Apa yang Kau Cari?”

Posted in ITB, My Lifetime History

ITB ITB ITB…!

Bismillah, ashshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillaah.

Alhamdulillah, kali ini aku menyempatkan diri untuk kembali menekuni kegemaranku. Sudah sekitar dua bulan aku tinggal di Bandung. Atmosfer pembelajaran di ITB pun mulai memanas. Mungkin banyak yang bertanya-tanya bagaimana rasanya kuliah di ITB. Sebelumnya, kurasa sebagian besar orang berpikiran bahwa kuliah di ITB itu sangat sulit, high-level, dan semacamnya. Masuknya saja sudah susah, belum menjalani hari-harinya, apalagi bisa sampai wisuda. Continue reading “ITB ITB ITB…!”

Posted in ITB, My Lifetime History

My First ITB Story: It Doesn’t Change Me (2 – part two)

ITB Ganesha, Bandung

Pada 1 Juni, aku pun diantar om-ku menggunakan motor ke ITB. Kami pun bergegas menuju Gedung Kemahasiswaan Umum (GKU) Timur karena ruangan psikotesku ada di lantai tiga gedung itu. Kami harus sudah tiba saat pukul setengah tujuh pagi dan itu terlalu pagi hingga aku tak sempat sarapan. Padahal, kata Pak Pengawas psikotes di ruanganku, kuci sukses menjalani psikotes adalah bukan dengan latihan soal namun dengan tidur malam yang cukup dan sarapan, dan aku justru melanggar salah satu anjuran tersebut. Continue reading “My First ITB Story: It Doesn’t Change Me (2 – part two)”