Posted in Daffa The AUBA, kafila, My Dakwah Adventure

Laodicean: And The Da’wa Works, Eventually

Bismillaah ashshalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah

Di suatu siang menjelang sore, aku berjalan-jalan tanpa alas kaki di halaman Kafila yang sekarang telah dilapisi keramik. Kafila telah jauh berubah. Fasilitasnya semakin mewah. Di luar, tampak plang “Kafila International Islamic School” dengan megah tempampang. Area parkir telah dirapihkan sedemikian rupa. Di perpustakaan, kulihat ada banyak buku baru. Sistem dan peraturan yang berjalan pun mengalami kemajuan dan bertambah ketat. Salah satunya, para santri harus melakukan registrasi berkode, menggunakan semacam struk bukti perizinan yang harus diberi cap oleh satpam, sebelum pergi izin keluar ma’had. Sistem yang menuntut para santri untuk menjadi lebih disiplin dengan waktu karena limitasi waktu berbasis komputer tidak bisa dilanggar––kalau sudah lewat waktunya, ya sistem tidak bisa bekerja. Jadi, santri yang terlambat pulang ke ma’had tidak bisa melakukan registrasi ulang yang menandakan bahwa ia sudah pulang, menyebabkan namanya tak terdata lalu berujung pada konsekuensi berupa hukuman. Continue reading “Laodicean: And The Da’wa Works, Eventually”

Posted in My Dakwah Adventure, My Lifetime History

My Dakwah Adventure: Wear Your Socks, Please! (Part Eleven)

Bismillaah. Ash shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah.

Alhamdulillah, pembaca masih setia di serial Petualangan Dakwahku hingga bagian ke-sebelas, semoga, alih-alih membosankan, tulisan ini dapat menginspirasi teman-teman pembaca.

Jadi, bagian ke-sebelas ini masih bagian selingan, sebagaimana bagian ke-sepuluh. Continue reading “My Dakwah Adventure: Wear Your Socks, Please! (Part Eleven)”

Posted in My Dakwah Adventure, My Lifetime History

My Dakwah Adventure: Life of a Da’i (Part Ten)

Bismillaah, ash shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah.

Mungkin ceritaku yang bagian ke-10 ini dan ke-11 nanti bisa disebut interlude, atau selingan. Aku sengaja agar para pembaca tidak terlalu terburu-buru untuk menyudahi petualangan dakwahku ini.

Sekarang, aku akan lebih banyak bercerita tentang tugasku di luar mengajarkan anak-anak mengaji. Lebih tepatnya, sebagai seorang imam shalat maupun orator kultum sebelum tarawih. Continue reading “My Dakwah Adventure: Life of a Da’i (Part Ten)”

Posted in My Dakwah Adventure, My Lifetime History

My Dakwah Adventure: Very Competitive (Part Nine)

Bismillaah, ash shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasuulillaah.

Alhamdulillaah!

Aku sangat senang dengan kemajuan anak-anak Assaabiquunal Awwaluun dalam dua tiga minggu ini. Mereka sungguh bersemangat, dengan antusias menambah 5 ayat baru setiap hari. Ketika aku dan Daru menaikkan target tilawah mereka dari 5 halaman jadi 10 halaman per hari, mereka bahkan breakthrough sampai satu juz! Masya Allah. Satu juz itu rata-rata 20 halaman. Hari demi hari terus berlalu, semangat mereka semakin bertambah. Continue reading “My Dakwah Adventure: Very Competitive (Part Nine)”

Posted in My Dakwah Adventure, My Lifetime History

My Dakwah Adventure: Unstoppable, Indefatigable (Part Eight)

Bismillah, wash shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillah…

Sebenarnya, aku juga memiliki aktivitas lain disamping mengajar tahfidz anak-anak di masjid, baik itu program khusus maupun reguler. Aktivitas tersebut adalah memperkenalkan Kafila ke MI Nurul Huda. Bisa dibilang ‘promosi dadakan’. Aku dan Daru tidak mempersiapkan apa-apa. Kami hanya bermodalkan cuap-cuap cerita masing-masing serta tulisanku di blog ini. Continue reading “My Dakwah Adventure: Unstoppable, Indefatigable (Part Eight)”